Hot
    Responsive Ads
    Home Cek Fakta

    Hoaks Klaim SBY Soal AHY Menang Pemilu 2029

    3 min read

    -
    Hoaks Klaim SBY Soal AHY Menang Pemilu 2029

    Achmad FauzanPenulis| Muklis PurwantoEditor

    hoaks-klaim-sby-ahy-menang-pemilu-2029

    HARIANEXPRESSHoaks Klaim SBY Soal AHY Menang Pemilu 2029. CekFakta temukan klaim SBY sebut AHY menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang adalah hoaks. Foto diambil dari konteks berbeda.

    Viral Unggahan Facebook Tuduh SBY Prediksi Kemenangan AHY

    Sebuah unggahan Facebook beredar luas pada pekan terakhir Januari 2026. Konten tersebut memperlihatkan foto Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdiri di depan mikrofon. Latar belakang gambar menampilkan bendera merah putih dan logo Yudhoyono Institute.

    Unggahan itu menyertakan narasi yang mengaitkan SBY dengan prediksi kemenangan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pemilu 2029. Narasi spesifik dalam unggahan berbunyi:

    "SBY mengatakan, AHY pasti menang di 2029 kalau Gibran tidak curang"

    Postingan tersebut juga dilengkapi komentar tambahan yang menyatakan:

    "BELUM APA2 SDH NUDUH CURANG... ANEH NI ORANG.... KALO MENURUT SY PASTI 1000% AHY PASTI KALAH.. YAKIN."

    Konten ini menyebar cepat di platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan kebenaran pernyataan yang dikaitkan dengan mantan presiden tersebut. Isu ini memicu perdebatan sengit terkait integritas penyelenggaraan pemilu mendatang dan dinamika politik nasional.

    Tim CekFakta ANTARA Lakukan Penelusuran Mendalam

    Tim CekFakta ANTARA segera melakukan investigasi terhadap klaim viral tersebut. Peneliti memeriksa seluruh arsip pernyataan resmi SBY sejak awal 2025 hingga Januari 2026. Mereka juga menelusuri rekaman video pidato publik mantan presiden itu dalam kurun waktu sama.

    Hasil penelusuran menunjukkan fakta penting. Tidak ada satu pun dokumen resmi atau rekaman video yang membuktikan SBY pernah mengucapkan kalimat "AHY pasti menang di 2029 kalau Gibran tidak curang". Klaim tersebut tidak memiliki dasar faktual sama sekali.

    Tim kemudian melacak sumber foto yang digunakan dalam unggahan Facebook. Analisis gambar mengungkap kecocokan visual dengan cuplikan video berjudul "Kekhawatiran SBY Lihat Perang Di mana-mana: Dunia Kita Makin Rumit". Video asli ini diunggah pada platform YouTube dan menampilkan SBY menyampaikan sambutan dalam acara The Yudhoyono Institute pada Senin 12 Mei.

    Konten Asli Video SBY Tidak Terkait Pemilu 2029

    Tim CekFakta menonton ulang video lengkap berdurasi 18 menit tersebut. Dalam sambutannya SBY sama sekali tidak menyebut nama Gibran Rakabuming Raka. Ia juga tidak membahas prediksi kemenangan AHY pada pemilu mendatang.

    Mantan presiden justru fokus pada analisis geopolitik global. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya konflik bersenjata di berbagai belahan dunia. SBY menyoroti memanasnya situasi geopolitik internasional dan eskalasi perang dagang antarnegara.

    Pidato tersebut merupakan refleksi intelektual SBY sebagai pendiri lembaga kajian strategis. Ia berbicara sebagai pengamat hubungan internasional bukan sebagai aktor politik praktis yang memprediksi hasil pemilu tujuh tahun mendatang. Konteks pembicaraan jelas berbeda dengan narasi yang disematkan pada unggahan Facebook.

    Manipulasi Visual dan Narasi Jadi Modus Penyebaran Hoaks

    Kasus ini menunjukkan pola klasik penyebaran disinformasi di era digital. Pelaku mengambil foto publik figur ternama lalu menyematkan narasi palsu yang provokatif. Teknik ini efektif memicu emosi publik karena melibatkan nama besar dan isu sensitif pemilu.

    Pemilihan narasi "curang" sengaja dirancang untuk membangkitkan sentimen negatif terhadap Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden. Sementara klaim "AHY pasti menang" bertujuan memperkuat citra elektoral putra SBY di mata pendukungnya.

    Padahal tidak ada dasar hukum atau mekanisme politik yang memungkinkan siapa pun memastikan kemenangan pemilu tujuh tahun sebelum pelaksanaannya. Prediksi semacam itu tidak logis secara demokratis mengingat dinamika politik sangat dinamis dan dipengaruhi banyak variabel tak terduga.

    hoaks-klaim-sby-ahy-menang-pemilu-2029

    Pentingnya Verifikasi Sebelum Berbagi Konten Politik

    Tim CekFakta ANTARA menekankan urgensi literasi digital di tengah maraknya konten politik manipulatif. Masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi klaim sensitif sebelum membagikannya. Langkah sederhana seperti mengecek sumber asli video atau mencari konfirmasi dari situs resmi dapat mencegah penyebaran hoaks.

    Pemilu 2029 masih jauh. Setiap klaim yang memastikan kemenangan calon tertentu pada masa itu patut dicurigai sebagai disinformasi. Demokrasi sehat membutuhkan ruang publik yang bersih dari narasi palsu yang memecah belah.

    Kasus ini juga mengingatkan pentingnya etika jurnalistik dalam pemberitaan politik. Media massa wajib memverifikasi setiap klaim sebelum menyiarkannya. Publik berhak mendapat informasi faktual bukan spekulasi yang disamarkan sebagai fakta.

    Kesimpulan: Klaim Terbukti Hoaks

    Berdasarkan bukti konkret yang terkumpul Tim CekFakta ANTARA memberikan rating HOAKS terhadap klaim "SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang". Foto yang digunakan memang asli tetapi narasinya palsu dan tidak sesuai konteks sumber asli.

    Masyarakat diimbau tidak membagikan ulang konten tersebut. Pelaku penyebar hoaks dapat terkena sanksi sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik jika terbukti menyebarkan disinformasi dengan niat jahat. Kewaspadaan kolektif menjadi benteng utama melawan hoaks politik menjelang pemilu mendatang.

    Rujukan

    1. https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=846132351679403&id=100088479375062&rdid=r2hWqjWpBkbVHiBG&_rdc=1&_rdr
    2. https://www.youtube.com/watch?v=Rwql2Tqqf1Y
    3. Publish date : 2026-01-27
    Komentar
    Additional JS