Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatera: Tewas Capai 753 Jiwa, 526 Masih Hilang
![]() |
| Foto udara petugas SAR gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO |
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan signifikan jumlah korban jiwa akibat banjir, banjir bandang, serta longsor di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Hingga Selasa (2/12) pukul 16.00 WIB, korban tewas mencapai 753 orang, sementara yang hilang bertambah menjadi 526 jiwa. Data ini menunjukkan lonjakan dari catatan sebelumnya pukul 12.00 WIB, yakni 631 tewas dan 472 hilang.
Bencana alam ini dipicu oleh cuaca ekstrem akibat badai siklon Senyar yang melanda akhir November lalu. Beberapa pihak menilai kerusakan lingkungan turut memperparah dampaknya. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus berupaya evakuasi jenazah serta warga terdampak, meski menghadapi tantangan seperti banjir lumpur yang bercampur kayu dan mulai mengering.
Wilayah terparah meliputi Batang Toru di Sumatera Utara, Toboh Tangah di Nagari Malalak Timur, Agam, serta Parak Jambu dan Dadok Tunggul Hitam di Padang, Sumatera Barat. Akses ke daerah terisolasi kini mulai terbuka, memungkinkan operasi pencarian lebih efektif. Untuk mempercepat proses, anjing pelacak jenis K9 dikerahkan guna mendeteksi korban di bawah lapisan lumpur tebal.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mohammad Syafii menjelaskan kesulitan yang dihadapi timnya.
"Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri, kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu dan mulai lumpur ini mulai mengering. Sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah (anjing) K9," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/12).
BNPB memperoleh data terbaru melalui platform gis.bnpb.go.id, yang terus diperbarui seiring perkembangan lapangan. Operasi SAR tetap prioritas utama, dengan fokus pada evakuasi korban hilang di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Pemerintah daerah setempat berkoordinasi erat dengan lembaga terkait untuk memastikan bantuan mencapai masyarakat terdampak.

Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih