Tragedi di tengah arus deras Sungai Cipamingkis. Bapak Oding, 67 tahun
"Pencarian dramatis lansia 67 tahun, Bapak Oding, yang hilang terseret arus saat mencari besi di Sungai Cipamingkis, Jonggol. Tim SAR gabungan terus be"
HARIANEXPRESS – Kisah pilu menyelimuti kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor, setelah seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan hilang di tengah arus deras Sungai Cipamingkis. Bapak Oding, 67 tahun, diketahui hilang tenggelam saat sedang menjalani rutinitas harian yang penuh risiko: mencari besi tua di sekitar aliran sungai. Peristiwa ini menyoroti kerentanan masyarakat pinggiran sungai, sekaligus memicu operasi pencarian besar-besaran oleh Tim SAR gabungan yang kini berpacu melawan waktu dan kondisi alam yang menantang.
Misteri Hilangnya Bapak Oding (67): Berburu Nafkah di Tepi Bahaya Bapak Oding, yang sehari-hari dikenal sebagai pencari barang bekas, merupakan potret perjuangan seorang lansia untuk tetap bertahan hidup di tengah kerasnya ekonomi. Sungai Cipamingkis sering menjadi area harapannya, di mana ia berharap menemukan potongan besi atau sampah logam yang bisa dijual kembali. Namun, pada hari nahas tersebut, aktivitas pencarian yang rutin justru berakhir dengan tragedi yang menyisakan kepanikan.
Kronologi Kejadian di Tepi Sungai, Laporan awal menunjukkan bahwa Bapak Oding terakhir kali terlihat berada di tepi sungai saat air Cipamingkis sedang berada pada volume tinggi. Kondisi air yang keruh dan arus yang kencang, terutama setelah hujan deras, menjadi ancaman serius bagi siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya. Diduga kuat, korban terpeleset atau terseret oleh derasnya arus sungai saat sedang berusaha mengambil material yang diinginkan. Setelah ia tidak kembali ke rumah hingga larut malam, pihak keluarga dan warga setempat segera melaporkan kehilangan tersebut kepada otoritas.
Pencarian segera dimulai. Fokus utama tim adalah area tempat korban terakhir terlihat, namun tim memperluas jangkauan penelusuran hingga beberapa kilometer ke hilir, mengingat kecepatan aliran air di Cipamingkis.
Operasi pencarian orang hilang di sungai yang berarus deras selalu menjadi misi yang penuh risiko. Tim SAR gabungan, terdiri dari unsur BPBD Bogor, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan lokal, dikerahkan penuh untuk menemukan Bapak Oding. Tantangan utama yang mereka hadapi adalah medan sungai yang licin, kedalaman air yang berubah-ubah, serta visibilitas yang rendah akibat air sungai yang keruh.
Prosedur standar pencarian diterapkan, mencakup penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet, serta metode penyelaman terbatas di titik-titik yang dicurigai adanya pusaran atau area tumpukan sampah. Tim fokus pada penyisiran di tiga sektor utama sepanjang aliran Sungai Cipamingkis, yang membentang dari lokasi awal hilangnya korban di Jonggol hingga ke batas wilayah berikutnya.
Kepala Operasi SAR menekankan bahwa cuaca menjadi faktor krusial. Jika hujan kembali turun di hulu, debit air dapat meningkat drastis sewaktu-waktu, membahayakan tim penyelamat dan menyulitkan upaya pencarian lebih lanjut. Peralatan canggih seperti drone dan kamera bawah air digunakan untuk memaksimalkan efektivitas pencarian di bawah kondisi sulit ini.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di dekat Sungai Cipamingkis, khususnya selama musim penghujan. Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia atau anak-anak, menghindari aktivitas di tepi sungai saat debit air sedang tinggi atau setelah terjadi hujan deras.
Mencari nafkah dengan mengandalkan sumber daya alam seperti sungai memiliki risiko yang inheren. Penting adanya kesadaran kolektif mengenai bahaya arus dan struktur sungai yang seringkali tidak terduga. Harapan kini tertuju pada keberhasilan Tim SAR dalam menemukan Bapak Oding dan mengakhiri penantian cemas keluarga yang menunggu kabar di Jonggol. Tragedi ini bukan hanya tentang hilangnya seorang individu, melainkan juga cerminan dari perjuangan hidup yang harus diwaspadai di setiap tepian sungai.

Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreki berita di sini.