Bawaslu NTT Buka Program Goes to School di SMAN 2 Kupang
"Bawaslu NTT gelar Bawaslu Goes to School perdana 2026 di SMAN 2 Kupang. Dialog interaktif tingkatkan literasi pemilu bagi pemilih pemula."
HARIANEXPRESS, KUPANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur memulai program Bawaslu Goes to School 2026 di SMAN 2 Kupang dengan tema “Ngobrol Pemilu Bersama Pemilih Pemula”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, untuk tingkatkan literasi demokrasi di kalangan siswa sebagai pemilih muda. (29/01/2026)
Program ini mencerminkan komitmen Bawaslu NTT dalam mendorong pengawasan partisipatif. Mereka menekankan pendidikan demokrasi sejak dini agar pemilih muda tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami hak dan kewajiban mereka secara mendalam. Pemilih pemula dinilai memiliki posisi strategis karena jumlah mereka terus bertambah, tingkat kritis mereka tinggi, serta kemampuan mereka dalam memengaruhi kualitas demokrasi ke depan.

Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh. Darwan dan Melpi M. Marpaung, turun langsung memimpin kegiatan. Mereka didampingi Kepala Bagian Pengawasan Pemilu Denny Fanny Matulessy, serta sejumlah pejabat fungsional dan staf dari Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H). Kehadiran pimpinan ini menunjukkan keseriusan Bawaslu dalam menjangkau generasi muda.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun interaktif. Para siswa diajak berbincang terbuka tentang proses pemilu, tantangan yang dihadapi, serta cara menjaga integritas pesta demokrasi. Bawaslu menegaskan agar pemilih pemula tidak sekadar mencoblos, melainkan menjadi pemilih cerdas yang kritis. Mereka harus berani menolak politik uang, menyebarkan informasi hoaks, serta berbagai bentuk pelanggaran pemilu lainnya.
Bawaslu juga mendorong siswa untuk aktif mengawasi pemilu di lingkungan sekitar. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya pengawasan dari bawah, sehingga masyarakat turut menjaga proses demokrasi tetap bersih dan adil.
Sebagai penutup sekaligus bentuk penghargaan, Bawaslu Provinsi NTT menyerahkan Piagam Penghargaan kepada SMAN 2 Kupang. Piagam tersebut mengakui sekolah sebagai sasaran program Bawaslu Goes to School. Selain itu, mereka juga menyerahkan Buku Inovasi Pengawasan Pemilu Tahun 2024. Buku ini diharapkan memperkaya koleksi perpustakaan sekolah dan menjadi referensi bagi siswa untuk mempelajari dinamika pengawasan pemilu pada tahun sebelumnya.
Kegiatan semacam ini bukan hal baru bagi Bawaslu. Di berbagai daerah, program serupa sering digelar untuk menyasar pemilih pemula di tingkat SMA/SMK. Namun, pelaksanaan perdana tahun 2026 di NTT ini mendapat perhatian khusus karena menjadi pembuka rangkaian program yang lebih luas.
Pemilih pemula memang menjadi prioritas karena data historis menunjukkan kontribusi mereka dalam meningkatkan partisipasi pemilu. Generasi ini tumbuh di era digital, sehingga rentan terhadap disinformasi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan positif jika dibekali pengetahuan yang tepat.
Melalui pendekatan dialog seperti ini, Bawaslu berupaya membangun kesadaran kolektif. Siswa tidak hanya mendengar ceramah satu arah, melainkan dilibatkan dalam diskusi dua arah. Hal ini membuat pesan lebih mudah terserap dan diingat.
Program Bawaslu Goes to School diharapkan berlanjut ke sekolah-sekolah lain di Provinsi NTT. Dengan demikian, semakin banyak pemuda yang memahami pentingnya menjaga integritas pemilu. Pada akhirnya, upaya ini berkontribusi pada demokrasi yang lebih berkualitas di Indonesia.
Sumber:
- https://ntt.bawaslu.go.id/berita/bawaslu-goes-school-ngobrol-pemilu-bersama-pemilih-pemula-di-sman-2-kupang
- Situs resmi Bawaslu Provinsi NTT (ntt.bawaslu.go.id) sebagai sumber utama berita kegiatan.
- Pencarian tambahan pada situs Bawaslu dan media kredibel untuk konfirmasi konteks program serupa di daerah lain.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreki berita di sini.