Editorial: Menyambut Ramadhan 2026, Menjaga Ibadah dan Ketertiban Sosial
"Menyambut Ramadhan 2026, editorial Harian Express mengajak menjaga ibadah dan ketertiban sosial dengan bijak dan penuh keberkahan"

HARIANEXPRESS - Ramadhan adalah bulan suci yang membawa berbagai makna mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setiap tahun, bulan ini menyuguhkan peluang untuk meningkatkan kualitas ibadah dan hubungan sosial. Namun, Ramadhan juga menghadirkan tantangan yang tidak dapat diabaikan, baik dari sisi konsumsi sosial, kestabilan ekonomi, maupun ketertiban masyarakat. Tahun 2026, Ramadhan datang dengan kehangatan dan harapan yang lebih besar di tengah dunia yang terus berubah.
Mengapa Ramadhan selalu disambut dengan peningkatan mobilitas dan konsumsi yang begitu besar? Peningkatan ini, meskipun alami, sering kali memicu ketidakseimbangan yang merugikan, terutama terkait dengan kenaikan harga bahan pangan. Sebagai negara dengan populasi besar dan beragam, Indonesia kerap mengalami tekanan harga yang tinggi di awal Ramadhan. Bagi sebagian kalangan, hal ini menjadi beban yang berat. Oleh sebab itu, pemerintah bersama dengan pelaku usaha perlu mengantisipasi potensi lonjakan harga dengan menjaga kelancaran distribusi pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup.
Tentu saja, konsumen pun perlu berperan aktif. Bukankah kita semua tahu bahwa konsumsi yang berlebihan justru bertolak belakang dengan esensi Ramadhan yang mengajarkan kesederhanaan? Dengan merencanakan belanja dengan bijak, mengurangi pemborosan dan mengutamakan kebutuhan, kita dapat mengurangi dampak inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.
Namun, apakah hanya masalah ekonomi yang harus kita hadapi saat Ramadhan? Ketertiban sosial juga menjadi tantangan besar di era digital ini. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi, bulan suci ini tidak hanya memanggil kita untuk menahan diri dalam hal makan dan minum, tetapi juga menahan diri dalam berbicara, bersikap dan berinteraksi, terutama di media sosial. Di saat banyak orang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan, tidak sedikit yang terjebak dalam perang opini dan ujaran kebencian. Tidakkah kita sadar bahwa kata-kata juga dapat menjadi fitnah yang memecah belah?
Ramadhan, seharusnya menjadi waktu untuk lebih mendalam meresapi nilai-nilai kesopanan dan saling menghargai. Mengapa tidak kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi kebaikan dan saling mendukung? Mengapa kita tidak mengubah sikap dan pola pikir menjadi lebih bijak dan rendah hati, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam dunia maya yang semakin luas dan tak terbendung?
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Ramadhan adalah kesempatan untuk membangun kebiasaan positif yang dapat bertahan lama. Dalam bulan penuh rahmat ini, kita diajak untuk lebih peduli terhadap sesama, berbagi dengan yang membutuhkan, serta memperbaiki diri. Tidakkah kita ingin mengakhiri Ramadhan dengan membawa perubahan positif dalam diri kita, menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama?
Kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadhan baik itu dalam hal pengelolaan keuangan, pola makan, atau hubungan sosial—seharusnya tidak berakhir setelah bulan suci ini berakhir. Kita seharusnya meneruskan dan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin diri yang diajarkan selama berpuasa harus meresap dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam cara kita berinteraksi dengan sesama, berbisnis dan menjaga lingkungan sekitar.
Ramadhan 2026 adalah momentum yang tepat untuk kembali menyeimbangkan antara ibadah spiritual dan tanggung jawab sosial. Ketika kita menjaga ketertiban dan kedamaian, baik di dunia nyata maupun dunia maya, kita tidak hanya mengisi bulan suci dengan ibadah, tetapi juga dengan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Oleh sebab itu, marilah kita sambut Ramadhan dengan penuh semangat, menjaga ketertiban sosial, merencanakan konsumsi dengan bijak dan menerapkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian yang lebih dalam.
Dengan menjaga ibadah yang khusyuk, menjaga ketertiban sosial, serta berbagi dengan sesama, kita dapat merayakan Ramadhan 2026 dengan penuh makna, damai dan keberkahan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat-Nya kepada kita semua dalam menjalankan ibadah puasa ini.
Please comment related to topic.