Pencarian 80 Korban Longsor Bandung Barat Dilanjutkan, Tanah Masih Labil
"Pencarian 80 korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, dilanjutkan meski tanah masih labil. Tim SAR gabungan fokus evakuasi dan identifikasi korban."
HARIANEXPRESS – Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian 80 korban longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, meski kondisi tanah masih labil dan cuaca berisiko menghambat evakuasi. (25/01/2026)
Pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali dilanjutkan pada Minggu pagi setelah sempat dihentikan sementara akibat kondisi tanah yang belum stabil. Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan mencatat 10 orang meninggal dunia dan puluhan warga masih dinyatakan hilang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan, longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari itu menimbun sekitar 30 rumah warga dan berdampak pada lebih dari 100 orang. Dari data awal, total korban terdampak mencapai 113 orang dari 34 kepala keluarga, dengan 23 orang berhasil diselamatkan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung proses evakuasi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta merelokasi kawasan terdampak karena dinilai tidak lagi aman untuk permukiman.
Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati mengingat kondisi tanah longsoran yang masih labil dan berisiko menimbulkan korban tambahan. Setelah proses evakuasi selesai, pemerintah akan melakukan pemulihan lingkungan dan mempertimbangkan pengembalian fungsi kawasan menjadi area hijau.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan kembali menggelar apel kesiapsiagaan sebelum operasi pencarian hari kedua. Fokus utama operasi adalah menemukan sekitar 80 warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Koordinator SAR menyampaikan bahwa kendala utama dalam pencarian adalah cuaca hujan dan luasnya area longsor yang mencapai sekitar dua kilometer dari mahkota hingga lidah longsoran. Kondisi tersebut menyebabkan medan dipenuhi lumpur tebal sehingga menyulitkan pencarian manual.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR mengerahkan pemantauan udara menggunakan drone serta membagi personel ke dalam sejumlah kelompok kecil. Meski alat berat telah disiagakan di sekitar lokasi, penggunaannya masih dibatasi karena akses jalan sempit dan tanah yang belum stabil.
Selain pencarian korban, proses identifikasi jenazah juga masih berlangsung di Posko DVI Polri. Sejumlah kantong jenazah telah diserahkan untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga Minggu pagi, tim SAR berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lebih cepat dan aman, tanpa menambah risiko bagi petugas di lapangan.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreki berita di sini.