medium banner 300x250
Hot
    Responsive Ads
    Home Banjir News

    Kondisi Terkini Banjir di Pekalongan: Ribuan Rumah Terendam, Posko Pengungsian Dibuka

    "Banjir di Pekalongan memaksa ribuan warga mengungsi. Tim gabungan terus mengevakuasi korban dan menyediakan bantuan darurat di posko pengungsian."

    1 min read

    -
    Kondisi Terkini Banjir di Pekalongan: Ribuan Rumah Terendam, Posko Pengungsian Dibuka
    Gambar ilustrasi

    HARIANEXPRESS – Hujan deras yang melanda wilayah Pekalongan sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar, menggenangi ribuan rumah dan melumpuhkan berbagai aktivitas warga. Hingga kini, upaya evakuasi korban banjir terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan masyarakat.

    Banjir yang menerjang Kabupaten Pekalongan ini telah menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air yang bervariasi antara 50 cm hingga lebih dari 1 meter. Akibatnya, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, termasuk posko pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah setempat.

    Sejumlah wilayah, termasuk Duku Babadan di Desa Sipait, Kecamatan Siwalan, terendam parah. Warga yang terjebak di dalam rumah dievakuasi menggunakan perahu karet, dengan bantuan petugas gabungan. Beberapa di antaranya, terutama anak-anak dan lanjut usia, terpaksa digendong oleh petugas karena ketinggian air yang masih sangat tinggi.

    "Evakuasi dilakukan dengan hati-hati karena air masih sangat tinggi. Kami juga menyiapkan beberapa titik posko pengungsian seperti di aula kecamatan, pabrik tekstil, dan masjid Babadan," ujar Kepala BPBD Pekalongan.

    Sementara itu, Kapolres Pekalongan dan Ketua DPRD setempat turut meninjau langsung lokasi banjir. Mereka memastikan distribusi bantuan kepada warga yang terdampak, mulai dari makanan hingga penyediaan dapur umum. Selain itu, langkah-langkah untuk memastikan kelancaran aktivitas pendidikan juga dilakukan, dengan rencana agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun sebagian besar wilayah terendam.

    "Tanggapan darurat yang kami lakukan juga mencakup penyediaan posko pengungsian dan distribusi bantuan ke masyarakat yang terdampak," ungkap Kapolres Pekalongan.

    Banjir yang melanda Pekalongan belum sepenuhnya surut, dan curah hujan yang masih tinggi memicu potensi terjadinya banjir susulan. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta untuk tetap waspada. Petugas dan relawan pun terus melakukan pemantauan serta pengecekan ketinggian air untuk mencegah adanya bencana lebih lanjut.

    Sejumlah kantor pemerintahan dan layanan publik juga terendam banjir, mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Akses jalan utama di kota dan kabupaten Pekalongan pun mengalami kesulitan, sehingga banyak warga yang memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    Meski kondisi saat ini masih sangat sulit, upaya pemulihan terus dilakukan dengan menggencarkan evakuasi dan distribusi bantuan. Warga berharap agar banjir segera surut dan mereka dapat kembali ke rumah mereka untuk memulai pemulihan pasca-bencana.

    Selain itu, Pemkab Pekalongan dan berbagai pihak juga memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian yang terdampak. Para petani terpaksa memanen bawang merah lebih cepat untuk menyelamatkan hasil tani dari kerusakan akibat banjir.

    Dengan berlanjutnya kerja keras dari tim gabungan dan kepedulian masyarakat, diharapkan Pekalongan dapat segera pulih dari bencana banjir ini dan kembali bangkit.

    Komentar
    medium banner 300x250
    Additional JS